Minggu, 22 Maret 2015

Etika dan Profesi

ETIKA

Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
 

Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”.
Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial(profesi) itu sendiri.
Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto, 1999).


Menurut para ahli, etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya serta menegaskan yang baik dan yang buruk.




PROFESI 

Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Tiga (3) Ciri Utama Profesi
1.      Sebuah profesi mensyaratkan  pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi;
2.      Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan;
3.     Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat.

Tiga (3) Ciri Tambahan Profesi

1.  Adanya proses lisensi atau sertifikat;
2.  Adanya organisasi;
3.  Otonomi dalam pekerjaannya.
Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
1.    Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan;
2.  Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan;
3.  Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
 
Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

CIRI KHAS PROFESI

Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:

  1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas. 
  2. Suatu teknik intelektual. 
  3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.  
  4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
  5.  Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan. 
  6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
  7.  Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi. yang tinggi antar anggotanya. 
  8. Pengakuan sebagai profesi.
  9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi. 
  10. Hubungan yang erat dengan profesi lain. 

sumber :
http://juliocaesarz.blogspot.com/2011/02/ciri-khas-profesi-dan-profesionalisme.html
http://etikaprofesinarotama.blogspot.com/
Ciri-Ciri Profesionalisme Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya. Kesimpulan Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Etika dan Profesionalisme itu saling berkaitan. Kita tidak dapat mengingkari bahwa segala bentuk profesi itu sendiri memiliki etika ataupun kode etik. Baik profesi tersebut harus memiliki keahlian ataupun tidak. Standar etika sangatlah berpengaruh terhadap kelangsungan profesionalisme setiap induvidu. Individu yang dianggap beretika dan profesionalisme adalah individu yang mampu menjaga kejujuran , kerahasiaan , dan juga nama baik dari instansi tempat dia bekerja. Sumber: maxdy1412 arumsulistyowati Posted in: Etika Profesionalisme,IT Newer Post Older Post Home 0 komentar: Post a Comment Link ke posting ini Create a Link free counters Cari Artikel Ikuti ARSIP BLOG

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Ciri-Ciri Profesionalisme Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya. Kesimpulan Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Etika dan Profesionalisme itu saling berkaitan. Kita tidak dapat mengingkari bahwa segala bentuk profesi itu sendiri memiliki etika ataupun kode etik. Baik profesi tersebut harus memiliki keahlian ataupun tidak. Standar etika sangatlah berpengaruh terhadap kelangsungan profesionalisme setiap induvidu. Individu yang dianggap beretika dan profesionalisme adalah individu yang mampu menjaga kejujuran , kerahasiaan , dan juga nama baik dari instansi tempat dia bekerja. Sumber: maxdy1412 arumsulistyowati Posted in: Etika Profesionalisme,IT Newer Post Older Post Home 0 komentar: Post a Comment Link ke posting ini Create a Link free counters Cari Artikel Ikuti ARSIP BLOG

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYk

Rabu, 14 Januari 2015

Teknologi dan Budaya Hidup

Sering sekali kita mendengar kata 'Teknologi' , sebenarnya apa arti dari teknologi tersebut?

Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”.

Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah “teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Tetapi pemahaman seperti itu baru memperlihatkan satu segi saja dari kandungan kata “teknologi”. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “dayapencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.

Perkembangan teknologi dari zaman ke zaman semakin maju sehingga teknologi di setiap negara menjadi ciri khas dan menjadi gaya hidup bagi masyarakatnya. Teknologi yang semakin canggih sebenarnya dibuat dengan maksud mempermudah pekerjaan manusia. Mulai dari surat menyurat, kegiatan jual dan beli, kegiatan pembelajaran, pekerjaan industri bahkan komunikasi serta banyak lagi. Semakin canggih teknologi yang diadaptasi suatu lingkungan bahkan negara, semakin memperkecil sumber daya manusia yang dapat difungsikan. Misalnya, jika suatu perusahaan makanan yang awalnya membuat produk menggunakan tenaga manusia, sekarang pekerjaan tersebut dapat digantikan dengan mesin sehingga tenaga manusia yang dibutuhkan tidak lagi banyak. Pekerjaan manusia hanya sebatas memantau kegiatan produksi yang dilakukan oleh mesin tersebut dan merawat mesin agar dapat bekerja dengan seharusnya. Hal ini pun dapat menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan bagi manusia. Tenaga kerja yang dibutuhkan pun menjadi meningkat kualifikasinya karena biasanya yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang mampu dan mengerti mengenai mesin tersebut, baik dari pemakaiannya, cara perawatannya dan cara bekerjanya.

Perkembangan teknologi yang tidak diawasi dan dimanfaatkan dengan benar dan secukupnya hanya akan membawa dampak negatif bagi manusia yang menggunakannya. Contohnya, penggunaan teknologi seperti mobile phone yang semakin canggih, bahkan bisa merusak saraf motorik manusia sejak kecil. Buktinya, banyak anak-anak zaman sekarang yang dimanjakan teknologi. Jika tidak dipergunakan secara wajar, teknologi mobile phone pun bisa mengakibatkan anak menjadi anti-sosial dan sulit berbaur pada kehidupan nyatanya.

Namun, tidak semua teknologi berdampak buruk. Kecanggihan teknologi bisa memberi dampak positif bagi mereka yang menggunakannya dengan baik dan untuk tujuan-tujuan yang baik. Karena tujuan dikembangkannya sebuah teknologi adalah untuk memudahkan pekerjaan manusia, bukan menghilangkan pekerjaan manusia. Maka, pandai-pandailah dalam menggunakan segala jenis teknologi.

"Wise while Online, Thin Before Posting"
-Dosen Keamanan Komputer 4KA32-

sumber : http://www.aingindra.com/pengertian-teknologi.html

Sabtu, 10 Januari 2015

Manajemen Data Telematika

Manajemen Data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.
 
Manajemen Data pada telematika dibagi dalam 3 jenis, yaitu :
 
1.      Manajemen Data Sisi Klien
Manajemen Data yang terjadi pada sisi klien dapat kita pahami pada DBMS dibawah ini.
- Mobile DBMS (Embedded/Ultra tiny/Java Database)
Merupakan suatu DBMS yang terdapat pada peralatan bergerak (mobile device). Mobile DBMS adalah versi khusus dari sebuah departemen atau perusahaan DBMS. Ini dirancang untuk digunakan dengan remote pengguna yang biasanya tidak terhubung ke jaringan. DBMS memungkinkan mobile akses database lokal dan modifikasi pada laptop atau perangkat genggam, seperti PDA atau PocketPC Palm. Selanjutnya, mobile DBMS menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi perubahan basis data jauh terpusat, perusahaan atau departemen server database.
 
2.      Manajemen Data Sisi Server
Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.
-          MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS)
Adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial
 
3.      Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak
Sebuah sistem manajemen basisdata relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya.

Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaanya. Komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan layanan data bergerak.
 
 
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan yaitu Manajemen Data Telematika adalah prosedur yang menangani siklus hidup data lengkap yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Seperti halnya database yang harus dibuat selengkap mungkin dan seakurat mungkin untuk memenuhi kebutuhan suatu perusahaan agar tercapai tujuan tertentu dengan menggunakan bantuan telematika.
Manajemen data telematika mempunyai tujuan yaitu manajemen data sisi klien, manajemen data sisi server dan manajemen database sistem perangkat bergerak. Komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan yang menyediakan layanan disebut sebagai server.
Cara kerja dari client dan server adalah client melakukan permintaan suatu informasi atau mengirim perintah ke server. Server akan menerima permintaan dan perintah client. Kemudian server akan memproses berdasarkan permintaan tersebut, dan mengembalikan kepada client sebagai hasil pemrosesan yang sudah dilakukan.

Rabu, 12 November 2014

Layanan Telematika

Haloooww.. kali ini akan dibahas mengenai layanan telematika. Apa itu layanan telematika?
Jika pada postingan sebelumnya telah dibahas mengenai telematika dan contoh alat telematika dalam kehidupan sehari-hari, maka disini akan dijelaskan mengenai layanan atau fasilitas yang mendukung dan harus ada dalam alat telematika sehingga dapat meningkatkan kinerja alat telematika tersebut dalam masing-masing bidangnya.

Ada 4 macam layanan pada telematika, yaitu :
1. Layanan Informasi
2. Layanan Keamanan
3. Layanan Context aware dan event base
4. Layanan perbaikan sumber.

1. Layanan Informasi

Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat menolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya.

Tujuan Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.


2. Layanan Keamanan

Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :

a.Rahasia (privacy)

Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit.

b. Keterpaduan data (data integrity)

Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.

c. Keaslian (authenticity)

Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain.

d. Convert Channel

Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.

3. Layanan context awere dan event base

Di zaman seperti sekarang ini sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi user untuk mengakses informasi setiap saat kapan pun dan dimana pun mereka berada. Suatu teknologi yang disebut context-aware computing dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan akan menjadi trend yang penting untuk dikembangkan di masa depan. Dengan adanya context aware maka user tidak perlu harus selalu memberi input yang banyak secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugasnya.

Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.

Karakteristik dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung. Maka context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam pengembangan aplikasi, khususnya mobile, beberapa tahun ke depan.

Beberapa bagian yang lebih sederhana dari context awareness telah mulai dibangun. Misalnya LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.

4. Layanan perbaikan sumber

adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.

Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :


Dilihat dari bidang ekonomi

Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.

Dilihat dari bidang politik

Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :

1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2. Pengembangan layanan publik.

Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :

a. Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.

b. Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

Kesimpulan:
Jadi, dapat dikatakan bahwa telematika dan alat atau perangkat telematika harus bisa memenuhi 4 layanan tersebut. Alat telematika yang digunakan harus bisa menjadi sarana penyampaian/penerimaan informasi, aman dengan dapat menjaga privasi, integritas data, keaslian data sehingga data yang diolah menjadi informasi tidak berkurang satupun dari data aslinya. Selain itu juga alat telematika harus fleksibel, memudahkan pengguna, dan dapat meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.

Semoga bermanfaat :))

referensi :

Minggu, 26 Oktober 2014

Alat Telematika yang sering digunakan?



Pada pembahasan lalu, telah dibahas mengenai 'Telematika' bahwa telematika merupakan sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang beragam.
Kemudian, apa pernah kita menggunakan salah satu perangkat dari telematika? Tentu pernah malah bisa dibilang bahwa sekarang kita hidup dalam dunia teknologi yang berkembang pesat sehingga segala aktivitas kita menggunakan alat telematika, terutama dalam hal komunikasi.

Telematika mencakup banyak bidang, diantaranya komunikasi, e-commerce, e-government,e-learning, bahkan media hiburan seperti televisi, radio, komputer, dan lain sebagainya. Segala jenis kegiatan yang bersifat elektronik atau masuk dalam sebuah jaringan adalah salah satu bentuk dari telematika. Seperti apa contoh alat telematika dalam komunikasi? Handphone misalnya. Handphone merupakan sebuah perangkat komunikasi yang memanfaatkan jaringan dan teknologi.

Di zaman sekarang hampir semua orang memiliki handphone sebagai sarana komunikasi dengan berbagai macam fasilitas yang ditawarkan. Salah satu fasilitas atau aplikasi yang sering saya gunakan dalam berkomunikasi adalah 'WhatsApp'.



WhatsApp merupakan salah satu aplikasi berbasis mobile yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh yang memanfaatkan jaringan internet. WhatsApp bersifat real time, sehingga kita bisa melihat apakah seorang yang ingin kita hubungi dalam keadaan online atau terkoneksi dan aktif atau tidak. WhatsApp juga merupakan jenis komunikasi 2 arah. Selain dapat berkomunikasi secara individual, pada WhatsApp juga bisa berkomunikasi dengan beberapa pengguna dengan membuat 'group'. Ini sangat berguna bagi saya dalam menjalani pekerjaan maupun perkuliahan. Karena dalam pekerjaan, kita bisa bekerja sama dan berdiskusi tanpa harus bertatap muka (karena masing-masing memiliki kegiatan), dan bisa segera mendapat informasi mengenai perintah pekerjaan yang harus dilakukan. Selain itu dalam perkuliahan, WhatsApp digunakan sebagai sarana komunikasi bersama teman kelas dalam membahas sebuah tugas kuliah, memberi tahukan kepada anggota grup mengenai informasi jadwal kuliah, dan lain sebagainya.

Selain itu, WhatsApp menyediakan fasilitas agar kita bisa saling berbagi gambar, audio, voicenote, video, maupun lokasi. Namun aplikasi ini membutuhkan koneksi jaringan internet. Jika internet tidak diaktifkan pada handphone, maka aplikasi WhatsApp tidak dapat digunakan untuk berkomunikasi.  WhatsApp juga tidak memerlukan biaya (pulsa) dalam pengiriman pesan sehingga dapat menghemat biaya penggunaannya.

Selain WhatsApp masih banyak lagi alat telematika dalam hal komunikasi, e-mail, facebook, kaskus, dan sarana-sarana komunikasi lainnya merupakan alat telematika karena menggunakan jaringan dan teknologi sebagai sarana pengiriman datanya.

Rabu, 08 Oktober 2014

Telematika

Pernah dengar kata "Telematika?"
Menurut bahasa, Telematika berasal dari bahasa Perancis, yaitu "Telematique" yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi yang dipopulerkan oleh Simon
Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul " L'informatisation de la Societe ".
Sedangkan dalam bahasa Indonesia, Telematika sendiri merupakan singkatan dari Teknologi Komunikasi, Media dan Informatika yang juga dapat diartikan sebagai perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi komunikasi, termasuk siaran radio atau televisi dan multimedia.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka ada beberapa pemahaman tentang telematika sebagai
berikut .
1. Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
2. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
3. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).


Secara umum, stilah Telematika juga sering digunakan untuk teknologi sistem navigasi / penempatan global (Global Positioning System / GPS). Sedangkan spesifiknya istilah telematika digunakan untuk bidang kendaraan dan lalu lintas.

Ragam Bentuk Telematika diantaranya :

1. E-goverment

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik.

2. E-commerce

Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik.

3. E-learning

Pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.

Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Jadi  dapat disimpulkan bahwa telematika itu adalah sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telematika yaitu internet atau fasilitas - fasilitas lain yang menggunakan media elektronik maupun internet sebagai sarana komunikasi dalam berbagai bidang.

Referensi artikel :
http://karmila.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15747/Tayangan+Peng-Telematika.pdf

Selasa, 18 Maret 2014

Kutipan dan Catatan Kaki

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai kutipan dan catatan kaki. Kedua hal tersebut (kutipan dan catatan kaki) biasanya ada dalam sebuah buku, majalah maupun artikel. Namun sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu kutipan dan apa itu catatan kaki?

KUTIPAN.

Kutipan berasal dari kata dasar 'kutip' yang menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menarik atau memungut. Sedangkan kutipan itu sendiri adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain dengan tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dl tulisan yang kita buat. Dan orang yang membuat atau mengambil sebuah kutipan disebut pengutip sedangkan cara atau proses yang dilakukan oleh seorang pengutip disebut pengutipan. Kutipan biasanya diambil dari sebuah kalimat atau kata yang diucapkan atau teori seseorang pada sebuah media, baik itu media cetak seperti buku, majalah, koran, bisa juga media elektronik seperti televisi, radio, bahkan artikel yang di posting di jejaring internet.

Ada 2 macam kutipan, yaitu:
1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah

2. Kutipan tidak langsung.
Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

Contoh:

Pada buku La Tahzan For Teens karya Qomaruzzaman Awwab yang diterbitkan pertama kali pada Agustus 2007. Bagian pertama halaman 14 tentang Bahaya Kesedihan, beliau mengutip pendapat Robert Lane, hal-hal apa saja yang dapat mengkategorikan seseorang berada dalam suatu keadaan depresi. Lihat Gambar.


contoh kutipan 1




Contoh kedua masih dalam buku yang sama, pada halaman 100 bagian 20 tentang Hadiah dari Penderitaan, saat awal bagian beliau mengutip perkataan Al-Mutanabbi sebagai permulaan dari bab atau bagian tersebut dengan tujuan menguatkan tentang apa yang ditulisnya dengan perkataan dan doa Al-Mutanabbi tersebut.

contoh kutipan 2


atau pada contoh lainnya yakni buku berjudul Jangan jadi Muslimah Nyebelin! karya Asma Nadia yang diterbitkan pertama kali pada September 2005. Yaitu terdapat pada halaman 105, beliau mengutip kata-kata berikut


contoh kutipan 3


CATATAN KAKI
 Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis.

Catatan kaki bisa juga merupakan sebuah keterangan dari sebuah kata. Atau arti kata dan makna kata tersebut, biasanya kata yang ditulis merupakan kata asing. Catatan kaki seperti itu biasanya terdapat pada tulisan seperti novel ataupun artikel.

Dalam menuliskan footnote atau catatan kaki, adakalanya digunakan singkatan-singkatan tertentu, yaitu :
- ibid, kependekan dari ibidem yang berarti ‘di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
- op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.
- loc.cit, kependekan dari loco citato, artinya ‘di tempat yang telah disebut’. loc. Cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.

Cara Penulisan Catatan Kaki
Cara penulisan catatan kaki memiliki beberapa aturan yang harus diperhatikan. Hal ini diterapkan agar penggunaan catatan kaki tersebut memang benar-benar berguna dan mudah dimerngeti. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata cara penulisan catatan kaki:

  • Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
  • Catatan kaki diketik berspasi satu.
  • Diberi nomor.
  • Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
  • Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
  • Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
  • Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
  • Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
  • Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
  • Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
  • Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
  • Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.
CONTOH

Contoh pertama akan saya ambil dari sebuah novel karya Luna Torashyngu yang berjudul Mawar Merah Matahari. Novel ini merupakan novel ketiga dari trilogi Mawar Merah yang telah dibuatnya. 

contoh catatan kaki 1

pada paragraf terakhir di halaman 94 tersebut, terdapat kata 'tatami'  yang diikuti oleh angka 11 kecil disampingnya. Angka 11 tersebut merupakan nomor catatan kaki pada buku atau novel tersebut. pada bagian bawah halaman, terdapat penjelasan mengenai tatami itu.

contoh kedua masih terdapat pada novel yang sama, yakni

contoh catatan kaki 2
pada kata 'helipad' diberi nomor catatan kaki 19, kemudian dibagian bawah halaman terdapat pengertian tentang helipad.

untuk contoh ketiga, saya ambil dari sebuah makalah online (http://syarifhidate.blogspot.com/2012/09/contoh-makalah-yang-memiliki-catatan.html)


contoh catatan kaki 3


terlihat dari gambar diatas, pada kata 'kaidah hukum internasional' diberi tanda bintang dua (**) menandakan bahwa terdapat catatan kaki mengenai kaidah hukum internasional tersebut. Orang yang menyusun makalah tersebut ternyata mengambil referensi dari buku Pengantar Hukum Internasional yang disusun oleh Phartiana I Wayan. Hal tersebut dapat dilihat pada catatan kaki yang dibuatnya. Tanda bintang dua tersebut berisi informasi mengenai buku referensinya.


sumber:
http://lil-celebi.blogspot.com/2013/01/definisifungsimacam-macam-dan-cara.html
http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/catatan-kaki-karya-ilmiah.html
http://rethno23.blogspot.com/2013/05/cara-penulisan-footnote-catatan-kaki.html
http://karodalnet.blogspot.com/2012/09/contoh-catatan-kaki.html
Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis..... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/catatan-kaki-karya-ilmiah.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis..... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/catatan-kaki-karya-ilmiah.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis..... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/catatan-kaki-karya-ilmiah.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis..... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/catatan-kaki-karya-ilmiah.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia